Kurang Memahami Risiko Pasar
Banyak investor pemula langsung membeli aset kripto hanya karena ikut tren tanpa mempelajari volatilitas pasar. Cryptocurrency memiliki harga yang sangat fluktuatif sehingga keputusan tergesa-gesa bisa membuat kerugian besar. Memahami risiko sejak awal membantu investor mengambil langkah lebih bijak.
Tidak Melakukan Riset Sebelum Membeli
Kesalahan umum lainnya adalah membeli koin hanya karena rekomendasi teman atau viral di media sosial. Setiap aset memiliki utilitas, roadmap, dan tim pengembang yang berbeda. Riset mendalam tentang proyek, whitepaper, serta potensi penggunaan sangat penting untuk meminimalkan risiko.
Panic Buying dan Panic Selling
Emosi sering menjadi musuh terbesar bagi investor pemula. Ketika harga naik tajam, mereka panic buying, dan ketika turun sedikit, langsung panic selling. Dua tindakan ini membuat mereka kehilangan peluang keuntungan jangka panjang. Dibutuhkan strategi dan disiplin agar tidak terjebak keputusan emosional.
Mengabaikan Keamanan Wallet
Banyak pemula tidak terlalu peduli dengan keamanan aset mereka. Padahal, tanpa proteksi seperti autentikasi dua langkah, password kuat, dan penyimpanan di hardware wallet, aset kripto sangat rentan diretas. Keamanan adalah prioritas utama bagi siapa pun yang ingin investasi jangka panjang.
Tidak Memiliki Rencana Investasi
Investor pemula sering masuk ke pasar tanpa tujuan atau strategi. Tanpa rencana seperti menentukan modal, batas kerugian, dan target keuntungan, keputusan investasi jadi tidak terarah. Perencanaan membantu menjaga konsistensi dan mencegah kerugian yang tidak perlu.
Menganggap Semua Koin Pasti Naik
Banyak pemula berpikir semua aset kripto akan selalu naik. Faktanya, banyak proyek gagal atau tidak memiliki utilitas yang jelas. Memahami fundamental proyek sangat penting sebelum berinvestasi. Bersikap selektif dapat meningkatkan peluang profit dan mengurangi risiko.
